Hakikat Manusia

Manusia menurut beberapa tokoh atau teori sangatlah bervariasi. Menurut Notonagoro, manusia adalah makhluk monopluralis, artinya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan antara jiwa dan raga. Dalam arti ini, aspek jiwanya meliputi cipta, rasa dan karsa. Lain lagi dengan teori Evolusi Darwin yang berpendapat bahwa manusia dipandang secara jasmani yaitu manusia berasal dari evolusi hewan bertulang belakang. Aspek jiwa menurut teori ini adalah dilihat dari fungsi otak manusia itu sendiri.

Menurut Warner yang mempelopori Psikoanalitik Tradiional berpendapat bahwa manusia berbuat karena dorongan yang bersifat instingtif. Insting manusia bisa berubah karena kemajuan pendidikan atau pengetahuannya.

Menurut Sigmund Freud, truktur kepribadian manusia meliputi:
1). Id yaitu dorongan biologis. Dalam Id terdapat poteni yang terbawa sejak lahir, insting- insting dan nafsu primer, sumber energy psikis yang memberi daya pada ego dan superego untuk menjalankan fungsinya. Id yang terletak di alam tak sadar manusia, berlaku prinsip kenikmatan berorientai pada kenikmatan dan menuntut pemuasannya dan menghindari hal- hal yang tidak menyenangkan.
Strata kesadaran manusia dalam Id
• alam sadar
• pra sadar
• alam tak sadar

2). Ego, berfungsi merealisasikan kebutuhan- kebutuhan Id dengan jalan memilih bentuk- bentuk pemuasan kenikmatan yang benar- benar ada dan tersedia dan caranya dapat diterima dan sesuai norma- norma yang berlaku. Letak ego adalah di alam sadar dan sebagian di alam tak sadar.

3). Superego, yang merupakan pengembangan dari ego. Dalam superego terdapat prinsip ideal yaitu perilaku manusia harus seuai dengaan norma

Pandangan tentang manusia oleh golongan humanistic antara lain dikemukakan oleh Rojers, Adler serta doktrin agama. Rogers menyatakan bahwa manusia berkembang untuk meraih kesempuranaan. Sedangkan Adler menyatakan bahwa manusia digerakkan oleh kebutuhan. Kebutuhan tersebut membatasi untuk mencapai kesempurnaan. Dari sisi agama, manusia adalah ciptaan Tuhan dan akan kembali kepadaNya.
Dari pandangan dasar negara kita, Pancasila, terdapat monodualistik; monopluralistik; keselarasan, keserasian dan keseimbangan serta integralistik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s