Sebuah Renungan: Dari Benak Pahlawan Negeriku Tercinta

Sebuah Renungan: Dari Benak Pahlawan Negeriku Tercinta
1945 kemerdekaan teraih dengan susah payah
Di pundak kami, leluhur bangsamu..
Tanpa putus asa
Selalu gigih tanpa peduli nyawa taruhannya
Berharap kebahagiaan untuk anak cucu
Di benakku selalu bertanya bagaimana negeriku esok hari…?
Bila tak ku perjuangkan sekarang, kapan lagi…?

Mereka dengan congkak berkuasa di bumi kita
Tanpa rasa manusiawi
Mengambil hak- hak kita di negeri kita sendiri
Dalam hatiku, aku tak terima kenyataan ini
Aku harus bangkit melawan mereka

Bersama teman seperjuangan aku mengikhtiarkan kebebasan negeriku
Berharap anak cucuku melanjutkan perjuanganku
Perjuangan yang lebih berat
Karena anak cucu tinggal menikmati kenyamanan
Mereka tak mengenal kata susah

Pada akhirnya mereka, anak cucu bangsaku selalu mencari kebahagiaan
Kebahagiaan yang diraih dengan jalan apa pun
Jalan lurus dan juga jalan berliku
Saling utamakan kebahagiaan diri
Tak ingat lagi padaku, para pahlawan, gelar yang kau berikan kepada kami

Bangsaku, negaraku menangis…
Penerusku tak menggubris
Satu bangsa tak bersatu, itu yang kami takutkan, hai penerus bangsa
Kembali bersatulah..
Junjunglah persatuan di antara kalian
Jangan biarkan bangsa lain mengambil hak anak cucuku
Juga anak cucu kalian nanti

Wonosari, 2 Desember 2014
22.19

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s