Revolusi Industri: Resume dari Arnold Toynbee dari Buku “The Industrial Revolution”

Revolusi industry terjadi pada akhir abad 18 dan awal abad 19. Terbagi dalam tiga bagian; masa Adam Smith, masa Malthus dan masa Ricardo.

Sebelum 1760 Sistem Industri Tua di Inggris tidak ada invensi mekanik yang dikenal dan perubahan agraris masih jauh. Hal ini berbeda dengan industry Inggris yang berikutnya.

Populasi di Inggris masa ini tidak ada sumber yang begitu akurat dan belum ada kantor yang menangani sebelum tahun 1801 sehingga terdapat perbedaan jumlah populasi antar tokoh. Pendataan populasi masih berdasar pembaptisan dan pemakaman pada abad 18. Pada abad ini merupakan peralihan menuju system industry modern dan menerapkan metode agrikultur.

Pada tahun 1760 tanah di Inggris setidaknya antara ½-1 dari negara yang disia-siakan. Di sana tidak ada perhatian dalam bidang pertanian. Pertanian hanya dikembangkan dengan baik oleh golongan- golongan kecil dalam negara. Kemajuan yang sangat mencolok pada pertengahan abad 18 terjadi di Norfolk.

Tahun 1760 pabrik yang sangat penting adalah industri pakaian wol. Setidaknya ada tiga kepala distrik dalam perdagangan pakaian wol. Pertama untuk keperluan perang di Belanda. Kedua kedudukan kepala pabrik Inggris Barat adalah Bradford di Wilts. Ketiga adalah West Ridine dari Yorkshire berpusat di Halifax.

Perdagangan penting lainnya adalah perdagangan besi meski industri sedang jatuh. Produksinya mencapai 1400 ton. Perdagangan katun belum signifikan dan hal ini tidak menguntungkan. Perdagagan lainnya adalah kaus kaki dan rumah.

Tenaga kerja yang bekerja di sector industri mulai diperbaiki. Abad 17 rata- rata gaji harian mereka 10,25d dengan rata- rata harga jagung 38s.2d. selama 60 tahun pertama abad 18 gajinya rata- rata 1s dengan harga jagung 32s.

Kebijakan Adam smith merupakan kemajuan dalam kemakmuran untuk meningkatkan permintaan tenaga kerja, dibangun dari kemakmuran besar dan universal negara. Tapi pada waktu yang sama dia mengizinkan kekayaan hanya maju secara perlahan- lahan, tidak dengan kecepatan yang besar. Solusi nyatanya mendirikan dalam tingkat rendah perkembangan jumlah penduduk. Kekayaan benar- benar tumbuh dengan lambat tapi pertumbuhan tersebut lebih cepat daripada populasi.

Perbedaan kontras antara industri Inggris pada tahun 1760 dan sesudahnya tidak hanya satu kondisi eksternal. Satu persatu dengan revolusi yang menghalangi abad yang efektif dalam metode dan organisasi produksi, terdapat tempat perubahan yang kurang radikal bagi yang memiliki prinsip ekonomi.

Revolusi industri merupakan substitusi dari kompetisi untuk peraturan pertengahan di mana sebelumnya terdapat control produksi dan distribusi kekayaan. Dalam laporan, revolusi industri bukan satu-satunya fakta yang penting dalam sejarah Inggris tetapi Eropa berhutang pada revolusi industri yang menumbuhkan dua system besar yaitu Ilmu Ekonomi dan Sosial.

Sementara Malthus membuktikan pengaruh pokok di mana digambarkan hal- hal yang membentuk English Poor Law. Masalah kemiskinan terjadi antara tahun 1795- 1834. Prasangka yang terbangun dari politik ekonomi karena ini mengatakan untuk mengikuti kepentingan pribadi mereka dan untuk menindas pemikiran mereka dari kebajikan. Kepentingan pribadi membuat tidak ada kepastian bagi orang miskin dan untuk bekerja sehingga memotivasi dan ide- ide lain harus di berikan di kerajaan. Sejarah Poor Law dibagi dalam tiga periode yaitu 1349- 1601, 1601- 1782 dan 1782- 1834.

Malthus mengatakan tidak ada system yang membahagiakan dapat disuransikan, kesengsaraan manusia bukan akibat ketidakadilan dan institusi yang buruk, tapi oleh adanya tawar menawar UU adat yaitu populasi menandakan untuk melebihi nafkah hidup.

UU Malthus berdasar pada dua pemikiran yaitu :
1. Potensi pertumbuhan ras manusia adalah bahwa populasi, jika dicek dapat berlipat ganda pada 25 tahun dan asumsi Malthus bahwa tingkat pertumbuhan adalah tetap pada tiap ras dan semua waktu.
2. UU tentang Diminshing Return yaitu setelah pada tingkat III dari pengolahan memberi potongan dari tanah yang diinginkan meski banyak perbaikan pertanian, hasil tak seimbang kepada tenaga kerja.

Teori yang dikemukakan Malthus diterima selama 50 tahun di Inggris. Berasal dari statement Mill yang mengatakan jika harus terlaksana, banyak yang memberi kecepatan, sejumlah kekayaan dengan tahap syarat mencurahkan untuk pembayaran gaji tenaga kerja. Jumlah ini tidak dilihat sebagai suatu yang tidak dapat diubah. Untuk hal itu diperbanyak dengan menghemat dan menambah kemajuan kekayaan. Tapi hal ini merupakan alasan untuk memberi kesempatan untuk menerapkan kualitas.

Terakhir dari Ricardo yang mengambil dari data simpel, sebuah UU progres industri. Ricardo mengungkapkan sewa harus naik, keuntungan turun dan upah lainnya sama. UU ini dalam kenyataan sering benar dan hal ini mampu mengesahkan penerapan, menurut Mr. Cliffe-Leslie tidak mau mengakuinya sama sekali tetapi hal ini tidak diterima sebagai UU universal.

Pertumbuhan ekonomi dikemukakan Ricardo dan Henry George. Ricardo menyebutkan tidak ada relasi antara penyebab dan dampak antara perkembangan dalam sewa denga turunnya gaji. Ricardo mengatakan keuntungan dan gaji pasti lepas dari sewa; perkembangan dalam sewa dan turunnya gaji yang sehrusnya menjadi hak yang sama tapi tak seorang pun tidak berhasil dengan lainnya dan perkembangan dalam sewa tidak menjadi biaya para pekerja. George mencela untuk fakta- fakta dan verifikasi dari Ricardo. Dia berhasil memformulasikan sebuah hukum yang mengatakan bahwa kemajuan peradaban, kepentingan dan upah akan jatuh bersama dan sewa akan berkembang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s