Mata pelajaran sejarah Dewasa ini Dalam Perspektif Masa Depan

Mata pelajaran sejarah sampai sekarang masih dinilai kurang penting dan sering disepelekan. Seorang pengajar hendaknya memiliki kualitas yang tinggi. Seorang guru harus mampu menggunakan kreatifitas di dalam dirinyadalam menyampaikan proses pembelajaran kepada peserta didik. Maksud kreatifitas adalah keterampilan menggunakan metode pembelajaran secara tepat sehingga nilai moral yang terkandung dalam peristiwa sejarah dapat dipahami oleh siswa dengan mudah.

Sejarah sebagai mata pelajaran di sekolah, konsep pembelajaran sejarah perlu diubah untuk lebih menekankan pada konsep pemahaman nilai moral sehingga pembelajarn yang selama ini menggunakan system kronologis historis deskriptif, dalam pemahamannya perlu ditekankan melalui pendekatan moral.

Sikap optimis para pengajar juga perlu ditanamkan. Seorang guru sejarah tidak seharusnya memiliki rasa minder karena mata pelajaran yang diajarkannya sering disepelekan orang. Seorang pendidik harus mampu mengemban misi sejarah karea sejarah adalah guru yang terbaik ( historia vitae magista ), jangan sekali- kali meningalkan sejarah. Melalui sejarah manusia bisa menjadi manusia yang bijaksana.

Agar mampu mengemban misi tersebut maka pengajarnya sendiri adalah dari bidang yang digeluti. Pengajar yang dibutuhkan adalah sarjana sejarah yang khusus mengajarkan sejarah. Mata pelajaran sejarah harus ditampilkan menarik agar diminati peserta didik. Guru sejarah harus memiliki kemampuan dalam mengajar. Yang tak kalah penting adalah sarana yang diperlukan dalam pembelajaran sejarah, antara lain :
1. Sarana yang diperlukan untuk membangkitkan minat siswa.
a. Ruang sejarah
Ruang ini terbagi atas tiga bagian yaitu:
1) Ruang 1 untuk menyimpan benda- benda sejarah, ruang kerja, ruang percobaan dan ruang belajar.
2) Ruang 2 untuk diskusi antar guru dengan peserta didik dan untuk ruang pertemuan.
3) Ruang 3 untuk kegiatan belajar mengajar sejarah.
b. Sarana media pengajaran yang disediakan oleh sekolah antara lain peta sejarah, peta politik, peta militer, peta ekonomi, bagan, tabel, foto, film, video, slide, televisi, kamera. LCD, dll. Sarana tersebut juga harus ditunjang oleh keahlian guru dalam menggunakannya.
c. Guru harus menggunakan berbagai variasi dalam metode mengajar. Beberapa pilihan metode yang dapat dipakai dalam pembelajaran sejarah adalah metode ceramah, diskusi, inquiri, widya wisata dan oral history.
d. Adanya buku pedoman atau buku sejarah yang memiliki standar nasional. Buku sejarah karya Sartono Kartodirdjo jilid I-VI belum terjangkausemua guru sejarah dan isinya terlalu detail untuk siswa SMP dan SMA.
e. Dalam mengajar sejarah, guru tidak hanya di dalam kelas namun juga mengajar di luar kelas seperti museum terdekat. Di sana siswa dapat berimajinasi peristiwanya dan dapat bertanyajawab dan kemudian diharuskan membuat laporan.

2. Metode penyampaian pendidikan sejarah

Agar mata pelajaran sejarah tidak lagi disepelekan dan diremehkan maka menjadi tantangan guru sejarah untuk mengubah keidentikan mata pelajaran sejarah yang katanya membosankan. Guru harus memiliki kompetensi mengajar antara lain guru memiliki pemahaman dan penerapan secara taktis berbagai metode belajar mengajar.

Metode yang dapat diterapkan dalam pembelajaran sejarah antara lain:
a. Metode ceramah
Metode ini merupakan sebuah bentuk interaksi belajar mengajar yang dilakukan melalui penjelasan da penuturan secara lisan oleh guru terhadap murid. Metode ini beguna untuk mengenalkan topic pelajaran baru namun metode ini cenderung terjadi proses satu arah sehingga situasi peserta didik menjadi pasif karena pembelajaran terpusat pada guru.

b. Metode diskusi
Metode ini merupakan suatu kegiatan di mana orang- orang berbicara bersama untuk menukar informasi mengenai suatu topik. Untuk menggunakan metode ini diperlukan syarat- syarat tertentu. Dari siswa sendiri harus memiliki seperangkat pengetahuan dan pengalaman tentang topic yang didiskusikan. Selain itu siswa juga perlu berlatih mengeluarkan pendapat. Sementara guru harus siap dengan topic yang menarik untuk didiskusikan.

c. Metode inquiry
Metode ini merupakan strategi mengajar yang memungkinkan para siswa mendapatkan jawabannya sendiri. Metode ini penting karena member kesempatan bagi siswa untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran.

d. Metode widya wisata
Metode ini merupakan suatu perjalanan yang disusun oleh sekolah- sekolah atau guru dan dikerjakan untuk tujuan pendidikan, di mana para peserta didik pergi ke tempat- tempat di mana bahan yang dikehendaki memungkinkan diselidiki dan dipelajari langsung di dalam tempatnya atau lapangan. Metode ini mebawa siswa langsung kepada subjek yang akan dipelajari di luar kelas sehingga suasana belajar benar- benar bersifat informative.

e. Oral history
Metode ini merupakan suatu metode pendidikan yang serba guna dan dapat mengembangkan isi pelajaran, mengembangkan keterampilan, dorongan belajar pserta didik dan pengetahuan mata pelajaran.
Di dalam pelaksanaan pembelajaran tidak semua metode digunakan tetapi harus dipilih mana yang cocok dengan materi pelajaran yang diinginkan. Dengan menggunkan metode pendidikan sejarah yang bervariasi inilah maka cara belajar siswa yang aktif akan berjalan lancar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s