Kolonialisme dan Imperialisme Belanda di Indonesia

Ekspedisi Pertama
Tahun 1500 Belanda merupakan pusat perdagangan penting di eropa. Yang dperjual belikan adalah barang- barang dari Rusia, Afrika, Asia, Scandinavia dan nusantara dan tanggal 23 Juni 1596 tiba di pelabuhan Banten. Kedatangan ornelis de Houtman disambut tidak baik dan diusir dari Banten. Tahun 1597 sampai juga di Bali, dan lagi- lagi kedatangan mereka dilawan oleh rakyat Bali. Akhirnya Cornelis dan rombongannya kembali ke Belanda.

Ekspedisi kedua
Ekspedisi kedua, tahun 1598, dilakukan oleh Jacob van Neck dan Warwijk. Mereka mendarat d Banten juga. Hanya saja, rombongan ekspedisi kedua ini dapat diterima oleh rakyat. Ekspedisi ini dinilai berhasil karena para pedagang Belanda kembali ke Belanda dengan membawa rempah- rempah yang cukup banyak.
Untuk mengurangi persaingan antar pedagang Belanda yang berdatangan di Indonesia maka pemerintah Belanda membentuk kongsi dagang, yaitu VOC ( Vereenigde Oost Indische Compagnie ) atas usulan Johan van Olden Bamevelt.

Tujuan didirikannya VOC antara lain:
a. Menghilangkan persaiangan yang akan merugikan para pedagang Belanda itu sendiri
b. Menyatukan tenaga untuk menghadapi persaingan dari bangsa Portugis dan pedagang lainnya di Indonesia
c. Mencari keuntungan sebesar-besarnya untuk membayai perang melawan Portugis.

Sebagai kongsi dagang, VOC memiliki hak paten/ hak Octrooi yaitu :
a. Hak monopoli dagang
b. Hak memiliki tentara, pengadilan dan mengumumkan perang
c. Hal untuk mencetak mata uang sendiri
d. Hak mengadakan perjanjian dengan penguasa atau raja setempat atas nama pemerintah Belanda.

Keberhasilan VOC dalam menguasai perdagangan akhirnya mendorong Belanda untuk menguasai wilayah Indonesia. VOC merebut Maluku dari tangan Portugs. Tahun 1605 benteng Portugis berhasil direbut dan namanya diganti benteng Victoria. Tahun 1609, VOC mengangkat Pieter Both menjadi Gubernur Jenderal pertama.

Gubjen kedua yaitu Jon Peterszoon Coen, menyerang Jayakarta yang kemudian reruntuhan Jayakarta didirikan kota baru dengan nama Batavia.

Batavia berfungsi sebagai:
a. Pusat aktivtas dan mengawasi gerak- gerik pelayaran di Selat Sunda dan Selat Malaka.
b. Menjadi pelabuhan alternative.

Kejayaan VOC lama kelamaan semakin berkurang. Pada penghujung abad 18 VOC menghadapi persoalan keuangan yang berat. Akhirnya pada 31 Desember 1799 VOC dibubarkan. Adapun penyebabnya :
a. Makin menipisnya keuangan VOC akibat korupsi, biaya perang dan anggaran biaya untuk menggaji pegawai
b. Ketidakmampuan VOC unntuk bersaiang dengan organisasi lain ( Perancis dan Inggris )
c. VOC banyak kehilangan prajurit yang gugur dalam menghadapi perlawanan rakyat Indonesia.

Setelah VOC bubar, segala hak dan kewajiban VOC diambil alih Pemerintah Republik Bataaf ( Bataafsche Republick). Tahun 1806 Republik Bataaf dihapus dan diganti dengan Koninrijk Holland ( Kerajaan Belanda ). Louis Napoleon, adik Napoleon Bonaparte, diangkat untuk berkuasa di Belanda. Sehingga otomatis Louis Napoleon berkuasa atas Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s