Monogami : Prinsip Awal Pernikahan dalam Islam

Ketika saya membaca kembali buku koleksi yang berjudul Strategi Qurani : Mengenali Diri Sendiri dan Meraih Kebahagiaan Hidup karya Waryono Abdul Ghafur, M. Ag, di sana disajikan bagaimana sejarah pernikahan poligami bisa muncul.

Poligami pada prinsipnya adalah pernikahan antara seorang laki- laki dengan beberapa perempuan (maksimal 4) adalah pembatasan terhadap pernikahan model jahiliah. Pernikahan model jahiliah sebenarnya bukan dominasi tradisi Arab. Praktek pernikahan model jahiliah contohnya seorang laki- laki menikahi banyak wanita, bahkan sampai ratusan wanita.

Nah, karena Islam sangat menghormati kedudukan wanita sehingga muncul aturan pernikahan seorang laki- laki dengan maksimal 4 wanita dengan syarat yang sangat ketat dan berat. Syarat tersebut adalah laki- laki harus adil terutama dalam membagi harta ( materi ) dan cinta ( kasih sayang ). Ketatnya persyaratan tersebut adalah agar suami tidak sewenang- wenang terhadap isterinya. Dalam sejarah masa Nabi pun, Nabi memerintahkan kepada semua sahabat yang memiliki isteri lebih dari empat untuk menceraikannya. Hal ini sesuai wahyu Allah dalam QS An Nisa ayat 2- 4.

QS An Nisa ayat 2-4
Dan berikanlah kepada anak- anak yatim ( yang sudah baligh ) harta mereka, jangan kamu menukar dengan yang buruk, dan jangan kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sesungguhnya tindakan- tindakan ( menukar dan memakan ) itu adalahdosa yang besar.

Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak- hak ) perempuan yang yatim ( bilamana kamu mengawininya ) maka kawinilah wanita- wanita ( lain ) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka ( kawinilah ) seorang saja, atau budak- budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.

Berikanlah maskawin ( mahar ) kepada wanita ( yang kamu nikahi ) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah ( ambillah ) pemberian itu ( sebagai makanan ) yang sedap lagi baik akibatnya.

Kesimpulannya dalam Al Quran tidak menganjurkan poligami tetapi juga tidak menutupnya, selama syarat terpenuhi secara sempurna oleh suami. Abdullah Yusuf Ali dan Fazlur Rahman menegaskan bahwa prinsip awal dan asal dari model perkawinan dari Islam adalah monogami, bukan poligami.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s