Mengenal Tipologi Wanita dalam Al Quran

alquran
Dalam Al Quran Surat At Tahrim ayat 10- 12 Allah berfirman yang artinya :

Allah membuat isteri Nuh an isteri Luth perumpamaan bagi orang- orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba- hamba kami, lalu kedua isteri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari siksa Allah. Dan dikatakan (kepada keduanya) : masuklah ke neraka bersama orang- orang yang masuk (neraka).
Dan Allah membuat isteri Firaun perumpamaan bagi orang- orang yang beriman, ketika ia berkata “Ya, Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisiMu dalam surge dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim.
Dan (ingatlah) Maryam puteri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami dan dia membenarkan kalimat Tuhannya dan kitab- kitabNya dan adalah dia termasuk orang- orang yang taat.

Secara umum Al Quran menyebut dua tipologi wanita, yakni wanita ideal dan wanita yang buruk. Hanya saja Al Quran lebih detail nama dan kebaikannya dalam menyebutkan wanita ideal. Sementara itu untuk wanita buruk tidak disebutkan secara langsung. Hal ini merupakan isyarat agar para wanita meneladani tokoh- tokoh yang ideal.

Adapun tipologi wanita yang disebutkan dalam Al Quran sebagai berikut,

Pertama, wanita yang mempertahankan kesucian dan kehormatannya dengan mengisi waktunya pada pengabdian kepada Allah dan bertanggungjawab terhadap amanah yang diembannya. Wanita tipe ini direpresentasekan oleh Maryam.

Kedua, wanita pejuang meski ia hidup di bawah kekuasaan suami yang zalim. Wanita dalam konteks ini hanya boleh mentaati perintah suami yang tidak melanggar hukum agama. Wanita tipe kedua ini diwakili oleh ‘Aisyah binti Mazalim ( isteri Firaun ) dan Masitoh.

Ketiga, tipe wanita yang melanggar perintah Tuhan yang disampaikan lewat suaminya, yakni wanita yang tidak seiman.

Keempat, tipe wanita yang melakukan maker bersama suaminya, yakni wanita yang bekerjasama untuk menentang kebenaran dan menyebarkan fitnah.

Kelima, wanita penggoda yang semua fikiran, tindakan dan perilakunya diarahkan untuk menjerumuskan orang lain, termasuk wanita sendiri, baik belum bersuami atau sudah.

Keenam, wanita yang se-ia sekata dengan suaminya, yakni wanita yang seiman dan taat pada suaminya, meski ia harus menanggung beban berat dan cobaan. Tipe ini merupaka tipe wanita ideal dan diwakili oleh Hajar, isteri Ibrahim.

Sumber bacaan
Waryono Abdul Ghafur. 2004. Strategi Qur’ani: Mengenali Diri Sendiri dan Meraih Kebahagiaan Hidup. Yogyakarta: Belukar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s