As Sunnah/ Al Hadits sebagai Sumber Ajaran Islam yang Kedua

Sunnah merupakan ketentuan/ peraturan/ undang- undang yang tetap berlaku. Atau As Sunnah bisa juga diartikan segala yang dinukilkan dari Nabi Muhammad SAW baik berupa perkataan, perbuatan maupun taqrir, pengajaran, sifat, kelakuan, perjalanan hidup Nabi baik sebelum maupun sesudah diangkat menjadi utusan Allah SWT.

Hadits merupakan berita/ perkataan orang tentang apa yang diperbuat oleh Nabi baik perkataan dan perbuatan. Menurut istilah Hadits adalah perkataan- perkataan Nabi, perbuatan- perbuatan Nabi beserta taqrirnya. Taqrir merupakan pembenaran terhadap perilaku sahabat tapi tanpa kata- kata.

Adapun fungsi dari As Sunnah atau Hadits adalah penjelasan terhadap Al Quran ( bayyanul quran ) karena nabi adalah orang yang benr- benar mengerti tujuan Al Quran.

Fungsi As Sunnah/ Hadits menurut ulama sebagai berikut,

a. Bayan Ta’kid/ taqrir yaitu penjelasan yang sifatnya menguatkan, missal QS Luqman: 13 dan QS Isra : 3

b. Bayan tafsir yaitu memerincikn ajaran- ajaran dalam Al Quran yang masih bersifat global, misal cara shalat dan cara haji yang tidak ditemukan dalam Al Quran.

c. Bayan takhshish yaitu mengkhususkan hal- hal yang umum dalam Al Quran. Misal QS Al A’raf: 32 tentang kebolehan memakai perhiasan. Hadits memberikan pengkhususan boleh untuk perempuan dan tidak boleh memakai perhiasan bagi laki- laki.
Hadist itu dapat diartikan :
– Laki-laki tidak boleh menggunakan emas
– Laki-laki boleh menggunakan emas campuran/ tidak murni
– Emas dan sutera merupakan symbol yang mewakili semua perhiasan sehingga laki- laki haram menggunakannya.

d. Bayan Ta’yin yaitu memberi batasan- batasan/ ukuran tertentu, missal QS Al Baqarah : 180. Pada ayat tersebut tidak ada ketentuan/ kadar bila ada orang meninggal, sehingga ada tanda- tanda ajal maka wajib membuat wasiat.

e. Bayan Tasyri’ yaitu mensyariatkan hukum yang tidak ditetapkan dalam Al Quran. Misalnya hadits yang melarang memakan setiap daging binatang buas, yang bertaring dan setiap burung yang memiliki pencakar yang kuat.

Pembagian Hadits
1. Berdasar pembentukan
a. Sunnah Qauliyah : sunnah berupa perkataan.
b. Sunnah Fi’liyah : sunnah berupa perbuatan
c. Sunnah Taqririyah : pembenaran secara diam
d. Sunnah Hammiyah : keinginan/ cita- cita nabi tapi belum terlaksana
e. Sunnah Tarkiyah : segala sesuatu yang ditinggalkan oleh nabi.

2. Berdasar bilangan perawinya
a. Sunnah mutawatir : sunnah yang diriwayatnkan oleh sejumlah besar perawi yang tidak mungkin terjadi pendustaan.
b. Sunnah Masyhur : periwayatan hadist pada sahabat nabi yang jumlahnya sedikit.
c. Sunnah ahad : sunnah dari masa sahabat oleh nabi sampai pada perawinya dam jumlah sedikit.

3. Berdasar sandarannya
a. Sunnah marfu : bersumber pada nabi.
b. Sunnah maukuf : bersumber pada sahabat.
c. Sunnah maqthu : bersumber pada para tabi’in.

4. Berdasar kualitas/ nilainya
a. Sunnah sahih. Sunnah yang sahih harus memenuhi syarat : perawi adil, kuat ingatannya, sanad- sanadnya bersambung, tidak ber-illat dan matannya tidak janggal.
b. Sunnah hasan : sunnah yang cacatnya satu.
c. Sunnah dhaif : sunnah yang cacatnya lebih dari dua.
d. Sunnah Maudhu’/ palsu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s