Teori Munculnya Jiwa Religius/ Asal- Usul Agama

Manusia dan agama merupakan satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan. Agama-lah yang menjadi panutan para pemeluknya dalam menjalankan kehidupan sehari- hari agar selalu terarah. Agama adalah firman Allah yang menjadi pedoman utama dalam beribadah pada Allah ( hablumminallah) dan bermuamalah pada sesama manusia dan makhluk hidup lainnya ( hablumminannas).

Agama merupakan gejala/ fenomena universal dalam kehidupan manusia. Menurut Fransisco J. Morino, umur agama setua umur manusia. Sedangkan menurut Max Muller menyatakan bahwa sejarah umat manusia adalah sama sejarah agama.

Berbeda lagi pendapat dari Rasyidi yang menyatakan bahwa agama adalah problem of ultimate concern. Nilai- nilai mutlak ini diperlukan manusia sebagai pegangan dalam kehidupannya, menurut Milton Yinger.

Yang menjadi pertanyaan, bagaimanakah munculnya jiwa religius pada diri manusia ?

Hal yang pertama kali membuat manusia beragama adalah dorongan rasa takut ketika menghadapi gejala alam yang dahsyat baik yang bersifat internal maupun eksternal. Gejala yang bersifat internal misalnya kematian, sedangkan gejala yang bersifat eksternal misalnya wabah penyakit, bencana, dll. Dari gejala- gejala tadi manusia merasa bahwa memang ada kekuatan gaib yang melebihi kekuatan manusia. Sehingga agar manusia bisa selamat dari berbagai gejala alam maka harus ada hubungan dengan yang gaib tadi melalui perilaku seperti member sesaji, semedi, dll.

Dalam berhubungan dengan yang gaib maka berkaitan dengan dimensi waktu yang berulang- ulang/ permanen serta tempat yan disucikan/ dianggap keramat. Akibatnya hubungan manusia dengan yang gaib menjadi hal yang baku/ wajib dilakukan.

Adapun Teori Evolusi Agama menurut E. B. Taylor meliputi:
1. Animisme yaitu percaya pada roh- roh halus.
2. Politheisme merupakan personifikasi makhluk halus dalam bentuk tertentu sehingga dalam berbagai aspek kehidupan pasti ada yang menguasai.
3. Monotheisme , terdapat dewa tertinggi yang mengauasai dewa- dewa yang lain.

Menurut J.G. Frazer dalam beragam terdapat “magi” yaitu pemanfaatan makhluk halus oleh manusia. R. R. Marret ada istilah “mana” yaitu menyerap kekuatan gaib dan disimpan dalam benda- benda praktis. Sedangkan Andrew Hang menyatakan bahwa monotheisme mutlak bagi manusia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s