Manusia dan Fenomena Museum

Fenomena munculnya museum karena beberapa hal, antara lain:
1. Manusia – lingkungan, artinya manusia tidak bisa meninggalkan lingkungan baik fisik maupun non fisik
2. Manusia merupakan makhluk menyejarah, artinya manusia menjadi pelaku dan bahkan bisa menjadi “ objek sejarah”.
3. Manusia sebagai makhluk seni. Secara alami manusia sebenarnya punya kesadaran jiwa akan karyanya sendiri atau orang lain ( seni ). Dalam hal ini museum berfungsi sebagai “pesona perlawatan “.
4. Manusia sebagai makhluk pengumpul, artinya manusia secara alami memiliki keinginan untuk mengumpulkan sesuatu.
Manusia sebagai pengumpul berlangsung sejak manusia belum mengenal tulisan, masa sejarah termasuk masa penjelajahan.
Adapun kata museum berasal dari bahasa Yunani, yaitu mouseion yang artinya sebuah bangunan/ gedung ilmu pengetahuan dan kesenian. Selain itu dikenal juga penamaan para dewi keturunan Dewa Zeus dalam sebuah pantheon, yang sering disebut Mousa/ Muze. Dari kedua kata tersebut kita bisa mengetahui bahwa pertumbuhan museum terkait dengan mitologi Yunani klasik. Adapun nama dewi keturunan Sieuz dan Mnemosyne antara lain Cleo ( pelindung ilmu sejarah ), Euterpe ( seni music ), Melphorone ( seni tragedy ), Thalic ( seni komedi ), Terphsychore ( seni rupa/ tari ), Erato ( puisi/ lirik ), Polyhymne ( puisi rindu dendam ),, Uranic ( ilmu kalam/ falak ), dan Calliops ( syair kepahlawanan ).

Menurut ICOM ( International Council of Museum ) yang bermusyawarah pada tanggal 14 Juni 1974 di Kopenhagen, museum adalah lembaga yang sifatnya permanen yang melayani kepentingan masyarakat dan kemajuannya, terbuka untuk umum, tidak bertujuan mencari keuntungan, kegiatan lembaga itu mengumpulkan, memelihara, meneliti, memamerkan, dan mengkomunikasikan benda- benda pembuktian material manusia dan lingkungannya untuk tujaun studi, pendidikan dan rekreasi.

Hakekat museum antara lain :
1. Museum merupakan lembaga non profit/ tidak mencari keuntungan
2. Museum melayani masyarakat agar berkembang dan maju
3. Museum mengkoleksi barang- barang pembuktian bagi kehidupan manusia dan lingungannya karena banyak koleksi yang berkaitan dengan hasil karya manusia pada masa lalu
4. Museum memelihara dan menkoleksi barang- barang sebagai wahana komunikasi
5. Museum merupakan wahana studi dan rekreasi.

Sedangkan tujuan dari keberadaan museum antara lain :
1. Memberikan pelayanan kepada masyarakat bagi yang ingin berkembang dan maju
2. Wahana untuk memahami peradaban masyarakat
3. Tempat menyimpan dan memelihara barang-barang bukti kehidupan masyarakat
4. Media/ wahana pendidikan, pengkajian dan penelitian
5. Wahana untuk memahami kehidupan antar generasi

catatan :
Tulisan ini merupakan bahan mata kuliah Sejarah Permuseuman Program Pendidikan Sejarah UNY, tanggal 7 dan 21 Februari 2001.

2 pemikiran pada “Manusia dan Fenomena Museum

  1. You have made some good points there. I checked on the net
    to learn more about the issue and found most individuals will go along with your views on this web site.

    • thank you … most of the posts I made on this web based note taking classes when I was in History Education courses UNY. great expectations of my knowledge I do not go away … then the web is having information miniature history of the nation and the world.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s