Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia

Peristiwa Sekitar Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia
1. Pergantian BPUPKI menjadi PPKI. Ketua PPKI adalah Ir. Soekarno, wakil Muh. Hatta dan penasehatnya adalah Ahmad Subardjo.
2. Pemanggilan beberapa tokoh ke Dalath. Tokoh- tokoh seperti Ir. Soekarno, Muh. Hatta dan Radjiman Widyodiningrat diundang oleh Marsekal Terauchi. Ketiga tokoh tersebut boleh mempersiapkan kemerdekaan yang sudah lama diharapkan.
3. Gerakan Angkatan Baru yang diprakarsai anggota PPKI dengan tujuan ingin lepas dari penjajah.
4. Gerakan Menteng 31. Gerakan ini terjadi pada 15 Agustus 1945. Para pemuda ingin segera memproklamasikan kemerdekaan tetapi ditolak oleh golongan tua sehingga Soekarno dan Hatta diamankan oleh Sukarni, Yusuf kunto dan Dr. Muwardi.
Pada 16 Agustus 1945 malam dilaksanakan perumusan teks proklamasi di rumah Laksda Maeda di jalan Imam Bonjol no 1. Perumusan teks dilakukan oleh Soekarno, Muh. Hatta dan Ahmad Subardjo dan disaksikan oleh Sukarni, BM Diah dan Sudiro. Pada perumusan tersebut, Soekarno menghendaki teks yang sudah dihasilkan ditandatangani oleh semua tokoh yang ada. Kemudian Sukarni mengusulkan teks tersebut ditandatangani oleh Soekarno dan Muh. Hatta atas nama bangsa Indonesia. Usul tersebut disepakati dan kemudian diketik oleh Sayuti Melik.
Ketika tanggal 17 Agustus 1945 pada pukul 10.00 dilaksanakan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Pengibar bendera adalah Latief Hendraningrat, S. Suhud dan Trimurti. Komandannya Sudancho Abdul Rahman. Bendera yang dikibarkan pada saat itu dijahit oleh ibu negara Fatmawati Soekarno. Bendera ini dikibarkan sampai tahun 1969.
Makna proklamasi ;
1. Titik kulminasi perjuangan bangsa Indonesia dalam mencapai kemerdekaan
2. Sumber hokum mulai berdirinya NKRI
3. Momentum politik trebebasnya bangsa Indonesia dari kekuasaan bangsa lain dan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang sederajat dengan bangsa lain.
4. Menivesto politik perjuangan dalam mewujudkan Indonesia yang merdeka dan berdaulat.
Sehari setelah Indonesia berdiri, maka pada 18 Agustus 1945 PPKI melakukan sidang. Siding tersebut menghasilkan beberapa hal :
1. Merumuskan UUD 1945
2. Mengangkat Soekarno sebagai presiden dan Muh. Hatta sebagai wakil presiden
3. Membentu Komite Nasional untuk membantu presiden selama MPR-DPR belum terbentuk.
Di Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Paku Alam VIII mengeluarkan pernyataan pada tanggal 5 September 1945. Pernyataan ini disampaikan setelah DPRD Yogyakarta melakukan rapat/ sidang istimewa pada 19 Agustus 1945. Keputusan siding DPRD Yogyakarta antara lain mendukung proklamasi kemerdekaan dan tunduk atas perintah dari Jakarta.
Berikut pernyataan Sri Sultan Hamengku Buwono IX ( 5 September 1945 ) :
• Negeri Ngayogyakarta Hadiningrat yang bersifat kerajaan adalah Daerah Istimewa RI
• Kepala Daerah memegang kekuasaan dalam negeri Ngayogyakarta Hadiningrat
• Urusan pemerintah dalam negeri Ngayogyakarta Hadiningrat dipegang Kepala Daerah
• Hubungan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Pemerintah Pusat RI bersifat langsung dan Sri Sultan Hamengku Buwono IX bertanggungjawab atas negeri langsung kepada Presiden RI

Pasca proklamasi kemerdekaan bukan berarti Indonesia bisa benar- benar lepas dari penjajah bangsa lain. Beberapa peristiwa dalam upaya mempertahankan kemerdekaan RI antara lain Pertempuran Lima Hari di Semarang, Pertempurn di Surabaya, Bandung Lautan Api.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s