DIACUNGI JARI TENGAH

Cerita ini aku alami ketika menjadi GTT di SMP 1 Ngawen sebagai guru IPS. Aku pernah mengajar di sana, dari tahun 2006 sampai 2011.

Selama kurang lebih 5 tahun mengajar di sana, banyak pengalaman dalam bertatap muka dengan para siswa. Yang paling berkesan adalah diacungi jari tengah oleh seorang siswa. Mungkin saja itu tak disengaja, tapi aku yakin dia pun masih ingat sampai kini. Peristiwa itu terjadi dalam situasi tanya jawab di KBM. Di tengah asyiknya berdiskusi, tak sengaja ku lihat  satu siswa mengacungkan jari tengahnya. Tentu aku kaget bukan main. Lalu aku tanya ke siswa itu, apakah dia tahu maksud acungan itu. Dia tak bisa menjawab dan aku pun tak punya niat memberitahu artinya. Sebagai bahan pelajaran untuknya dan teman- temannya aku memberi PR ke siswa tadi untuk mencari sendiri artinya. Jawaban itu harus diberikan pada pertemuan berikutnya.

Pada pertemuan berikutnya akhirnya tiba. Setelah aku mengucapkan salam, para siswa langsung mengingatkanku, “ Bu, PR buat si X….”. lalu ku tanya ke siswa yang mengacungkan jari tengahnya, apakah dia menemukan jawabannya atau tidak. “ Saya minta maaf, bu…”. aku tanya tentang artinya, dia menjawab. Setelah itu, aku menasehati para siswa agar berhati- hati dalam meniru segala perilaku dan simbol- simbolnya. Jangan sampai meniru tapi tak paham maksudnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s